Sunday, 27 November 2005

Seribu Kesal Seribu Sesal



Dipadan tuan dengan sang puteri
Moleknya sungguh raja sehari
Tabahnya hamba kian hadapi
Walau hajatnya tidak tepati

Kain ungu songketnya biru
Manisnya tuan menanti sopan
Sakitnya jiwa dihiris sembilu
Tinggallah hamba tiada haluan

Hujan senja malam susuli
Takkan benderang bulan yang malap
Terlajak laku hamba sesali
Takkan putih hitam digilap

Merahnya inai hiasi jari
Tidak seracun merahnya saga
Andaikan hamba seelok budi
Mungkinkah hitam putih nampaknya?

Saturday, November 26, 2005 at 03:26 AM in Luahan, So Sad

No comments:

Post a Comment